Kau
adalah masa depan bangsa
Darimu
lah bangsa ini dapat berkembang
Dengarkan
sahabat
Tubuhmu
tak kan sama seperti ini
Tulangmu
tak kan sekuat ini lagi
Ketika
usia mu telah ujur
Ketika
tangan mu mulai keriput
Kakimu
ta mampu lagi melangkah
Saat
itu barulah kamu sadari bahwa usiamu telah tua
Sahabat
Kemana
masa muda mu dulu
Kau
habiskan kemana masa masa itu sahabat
Kenapa
kau hancurkan masa indah itu sahabat
Sahabat
memang hal itu indah
Tapi
itu juga akan menghancurkanmu sahabat
Sahabat
kau telah jauh menyimpang
Tidak
ingatkah kau dengan mereka
Dua
orang tuamu
Yang
telah lanjut usia menunggumu di rumah
Mereka
menantimu sahabat
Mereka
hanya tau kau mencari ilmu
Sahabat
lihatlah mereka sahabat
Mereka
menangis ketika kau ta memiliki makanan untuk pagi, sore dan malam hari
Sahabat
mereka membanting tulang untuk mencari uang untuk mu
Sahabat
tegakah kau melihat mereka,
Dengan
keringat yang selalu mengucur
Dengan
kulit yang semakin keriput dan hitam
Dengan
rambut yang sedikit demi sedikit terjatuh
Sahabat
betapa bodohnya engkau
Hanya
dengan kesenangan sesaat yang telah menghancurkan tubuhmu sendiri
Masa
depan mu sendiri
Harga
dirimu sendiri
Betapa
hancurnya hati mereka sahabat
Mengetahui
engkau telah tau suci lagi
Ketika
mereka tau
Bahwa
mereka telah lalai menjaga mu
Tetesan
demi tetesan akan terus turun
Hingga
mereka akan menghirup napas terakhir mereka
Maka
saat itu semua kesenangan itu akan hilang
Dan
kau akan menyesal di balik kesenanganmu
Cipta :
Muhamad Adi Mulyana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar